PERMASALAHAN YANG DIHADAPI EKONOMI KERAKYATAN

MAKALAH EKONOMI KERAKYATAN

 

PERMASALAHAN  YANG DIHADAPI EKONOMI KERAKYATAN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Disusun Oleh :

  1. Indah Nurfadilah 17810134066
  2. Osa Purwantosari Endarno 17810134071
  3. Theresia Oktasari Indahsakti 17810134048
  4. Putri Dewi Octaviana 17810134069
  5. Yusron Rosyadi 17810134074

Kelompok : 2

 

 

 

Program Manajemen Pemasaran

Fakultas Ekonomi

Universitas Negeri Yogyakarta

Jalan Bayangkara 7 Wates, Kulon progo – Yogyakarta

DAFTAR ISI

 

DAFTAR ISI. 2

BAB I PENDAHULUAN.. 3

KATA PENGANTAR.. 3

Rumusan Masalah. 4

Tujuan 4

BAB II PEMBAHASAN.. 5

1.1 Permasalah yang dihadapi dalam ekonomi kerakyatan. 5

1.2 Faktor penyebab permasalahan ekonomi kerakyatan. 6

1.3 Permasalahan ekonomi dari berberapa sektor 11

1.4 Solusi yang dihadapi dalam permasalah ekonomi 15

BAB III PENUTUP. 16

KESIMPULAN.. 16

SARAN.. 17

DAFTAR PUSTAKA.. 18

 

 

 

 

BAB I PENDAHULUAN

 

KATA PENGANTAR

 

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYa sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai. Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.

 

Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.

Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca.

 

 

 

 

 

Rumusan Masalah

  1. Permasalahan yang dihadapi dalam ekonomi kerakyatan?
  2. Faktor penyebab munculnya permasalahan ekonomi?
  3. Permasalahan ekonomi dari beberapa sektor ?
  4. Solusi yang dihadapi dalam permasalah ekonomi?

Tujuan :

  1. Mempelajari apa saja yang harus dihadapi dalam permasalah ekonomi kerakyatan
  2. Mengetahui apa saja faktor-faktor penyebab munculnya permasalah ekonomi
  3. Mengetahui apa saja masalah- masalah dari beberapa bidang
  4. Mengetahui solusi yang apa saja untuk menghadapi permasalah ekonomi

 

 

BAB II PEMBAHASAN

1.1  Permasalah yang dihadapi dalam ekonomi kerakyatan

  1. Sumber daya manusia ( SDM )

Pengertian SDM secara makro adalah semua manusia sebagai penduduk atau warga negara suatu negara atau dalam batas wilayah tertentu yang sudah memasuki usia angkatan kerja, baik yang sudah maupun belum memperoleh pekerjaan (lapangan kerja).

SDM dalam arti mikro secara sederhana adalah manusia atau orang yang bekerja atau menjadi anggota suatu organisasi yang disebut personil, pegawai, karyawan, pekerja, tenaga kerja dll.

  1. Tingkat Teknologi dan Inovasi

Dalam masalah ini negara berkembang memiliki potensi yang menguntungkan karena bisa mencontoh dari negara yang maju yang memiliki tingkat teknologi dan inovasi. Namun dengan syarat terdapat sumber daya manusia yang berkualitas.

Telah dipahami bahwa terdapat empat faktor yang menjadi pilar pembangunan ekonomi namun itu semua masih belum merupakan jawaban bahwa negara tersebut akan berkembang cepat dan inilah komponen yang bisa dijadikan acuan dalam pembangunan suatu Negara.

  1. Modal

Suatu Negara biasanya akan menyisihkan pendapatan negara dari berbagai sektor yang akan digunakan sebagai investasi modal yang digunakan utuk proyek-proyek pembangunan ekonomi. Sebagai Negara berkembang masih menyisakan masalah yaitu masih terlalu kecilnya investasi modal karena tingkat konsumsi yang tidak berimbang dalam masyarakat.

Di Negara maju sekitar 15% sampai 25% pendapatan disisihkan untuk akumulasi modal.namun bagi Negara miskin hanya sekitar 5% saja yang dapat disisikan sebagai modal. Jadi sekarang apakah Indonesia mampu menyisikan pendapatan negaranya sekitar 10% ?. jawaban atas hal tersebut rasanya bukan tidak mungkin karena perekonomian Indonesia sedang dalam track record terbaiknya.

  1. Pasar Bebas

Pasar bebas merupakan kegiatan yang berhubungan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek. Pasar Modal menyediakan berbagai alternatif bagi para investor selain alternatif investasi lainnya, seperti: menabung di bank, membeli emas, asuransi, tanah dan bangunan, dan sebagainya. Pasar bebas bertindak sebagai penghubung. Pasar bebas bertindak sebagai penghubung antara para investor dengan perusahaan ataupun institusi pemerintah melalui perdagangan instrumen melalui jangka panjang seperti obligasi, saham, dan lainnya. Berlangsungnya fungsi pasar modal (Bruce Lliyd, 1976), adalah meningkatkan dan menghubungkan aliran dana jangka panjang dengan “kriteria pasarnya” secara efisien yang akan menunjang pertumbuhan riil ekonomi secara keseluruhan.

 

1.2   Faktor penyebab permasalahan ekonomi kerakyatan

 

  1. Sumber daya manusia ( SDM )

Faktor penyebab SDM dalam penerapan ekonomi kerakyatan belum maksimal, yaitu :

  1. Pendidikan rendah

Pendidikan merupakan suatu hak bagi setiap warga negara yang tidak memandang suku, ras, golongan. Tapi fakta di lapangan masih banyak saudara-saudara kita yang tidak bisa mengenyam pendidikan sebagaimana mestinya. Terlihat jelas golongan kaya dan miskin, yang kaya semakin kaya dan sebaliknya yang miskin semakin miskin. Kalau seperti itu terus adanya dan tidak ada perkembangan maka semuanya akan di kuasai orang yang punya modal. Bangsa tidak akan maju. Sosok pertama kesuksesan adalah pendidikan, jika kita tidak punya pendidikan yang cukup maka sangat mudah untuk dibohongi orang. Pemerintah sebenarnya menyediakan bantuan bagi para siswa yang tidak mampu untuk bisa bersekolah dan merasakan pendidikan di sekolah. Bantuan ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, harusnya mereka lebih giat belajar dan tidak malas-malasan karena ini bisa menjadi dasar untuk merubah hidup mereka menjadi lebih baik lagi. Pengangguran dan kemiskinan bisa diberantas.
Memang tidak mudah seperti membalikkan telapak tangan namun dengan usaha semua keadaan seperti ini akan bisa di minimalisir. Akibat pengangguran dan kemiskinan tidaklah hanya karena faktor pendidikan namun juga kemalasan yang mendangkal pada diri mereka. Faktanya banyak juga para sarjana yang masih mengaggur karena mereka malas dan mudah putus asa dalam mencari pekerjaan. Masih banyak masalah pendidikan yang harus diselesaikan agar bangsa ini tidak dipandang sebagai bangsa terbodoh di dunia. Semua ini tidak hanya beban pemerintah namun juga kita sebagai anak muda bangsa yang harus menjunjung tinggi pendidikan yang menjadi hak semua warga negara.

 

  1. Kesejahteraan rendah

Kesejahteraan rendah karena tidak seimbangnya tingkat pendapatan dengan kebutuhan. Karena ketersediaan lapangan kerja yang terbatas dan jumlah penduduk yang terus bertambah maka akan semakin banyaknya pengangguran. Jika pengeluaran lebih besar daripada penghasilan maka kesejahteraan masyarakat dapat dikatkan masih rendah.

Masalah Kesehatan dan Gizi Buruk pada anak anak

Masalah gizi buruk ini juga masih banyak dijumpai di kalangan masyarakat kecil dan kurang mampu. Dimana anak-anak tersebut hidup kurang beruntung karena hanya mendapat asupan gizi yang kurang memadai. Masalah ini juga berhubungan dengan penghasilan, kemiskinan, dll.

 

  1. Kurangnya penguasaan IPTEK

Rendahnya SDM Indonesia diakibatkan kurangnya penguasaan IPTEK, karena sikap mental dan penguasaan IPTEK yang dapat menjadi subyek atau pelaku pembangunan yang handal. Dalam kerangka globalisasi, penyiapan pendidikan perlu juga disinergikan dengan tuntutan kompetisi. Oleh karena itu dimensi daya saing dalam SDM semakin menjadi faktor penting sehingga upaya memacu kualitas SDM melalui pendidikan merupakan tuntutan yang harus dikedepankan. Salah satu problem struktural yang dihadapi dalam dunia pendidikan adalah bahwa pendidikan merupakan subordinasi dari pembangunan ekonomi. Pada era sebelum reformasi pembangunan dengan pendekatan fisik begitu dominan. Hal ini sejalan dengan kuatnya orientasi pertumbuhan ekonomi.

Pengaruh IPTEK terhadap peningkatan SDM Indonesia khususnya dalam persaingan global dewasa ini meliputi berbagai aspek dan merubah segenap tatanan masyarakat. Aspek-aspek yang dipengaruhi, adalah sebagai berikut :

Dampak yang ditimbulkan oleh teknologi dalam era globalisasi, khususnya teknologi informasi dan komunikasi, sangat luas. Teknologi ini dapat menghilangkan batas geografis pada tingkat negara maupun dunia.

  1. Aspek Ekonomi.

Dengan adanya IPTEK, maka SDM Indonesia akan semakin meningkat dengan pengetahuan-pengetahuan dari teknologi tersebut. Dengan kemajuan SDM ini, tentunya secara tidak langsung akan mempengaruhi peningkatan ekonomi di Indonesia. Berkaitan dengan pasar global dwasa ini, tidaklah mungkin jika suatu negara dengan tingkat SDM rendah dapat bersaing, untuk itulah penguasaan IPTEK sangat penting sekali untuk dikuasai.

Selain itu, tidak dipungkiri globalisasi telah menimbulkan pergeseran nilai dalam kehidupan masyarakat di masa kini akibat pengaruh negatif dari globalisasi.

  1. Aspek Sosial Budaya.

Globalisasi juga menyentuh pada hal-hal yang mendasar pada kehidupan manusia, antara lain adalah masalah Hak Asasi Manusia (HAM), melestarikan lingkungan hidup serta berbagai hal yang menjanjikan kemudahan hidup yang lebih nyaman, efisien dan security pribadi yang menjangkau masa depan, karena didukung oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dampak yang timbul diakibatkannya ikatan-ikatan tradisional yang kaku, atau dianggap tidak atau kurang logis dan membosankan. Akibat nyata yang timbul adalah timbulnya fenomena-fenomena paradoksal yang muaranya cenderung dapat menggeser paham kebangsaan/nasionalisme. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan meningkatnya tanggapan masyarakat atas kasus-kasus yang terjadi dinilai dengan didasarkan norma-norma kemanusiaan atau norma-norma sosial yang berlaku secara umum.

  1. Kurangnya kesadaran diri dan tanggung jawab

Kesadarian dan tanggung jawab merupakan bagian penting dalam tata kehidupan sosial kemasyarakatan maupun dalam berbangsa dan bernegara. Kesadaran ini merupakan strata tertinggi dari moralitas kemanusiaan dalam kehidupan bersama sebagainya mahkluk sosial. Jika kesadaran dan tanggung jawab masih rendah maka perkembangan ekonomi juga tidak akan bisa seperti yang diharapkan.

  1. Tingkat kejujuran masih rendah

Setiap perbuatan harus dilandasi dengan sikap kejujuran karena tanpa kejujuran setiap tujuan kegiatan tidak akan tercapai seperti yang sudah direncanakan.

  1. Tingkat Teknologi dan Inovasi
  2. Perkembangan teknologi yang lambat

Pertumbuhan teknologi di Indonesia masih sangat lambat karena investasi untuk pembangunan infrastrukturnya masih minim, jadi teknologi di Indonesia masih tertinggal dengan negara lain.

  1. Ketergantungan dengan negara lain

Negara Indonesia masih sangat bergantung dengan negara lain.

  1. Modal
  2. Krisis Nilai Tukar

Krisis mata uang yang telah mengguncang Negara-negara Asia pada awal tahun 1997, akhirnya menerpa perekonomian Indonesia sampai sekarang. Nilai tukar rupiah yang semula dikaitkan dengan dolar AS secara tetap mulai diguncang spekulan yang menyebabkan keguncangan pada perekonomian yang juga sangat tergantung pada pinjaman luar negeri sektor swasta.

 

 

  1. Permasalahan harga jual

Harga jual yang tidak stabil menyebabkan harga jual yang melambung tinggi. Harga jual yang tinggi menyebabkan penurunan daya beli masyarakat. Harga jual yang tidak stabil mempengaruhi perekonomin.

  1. Tidak stabilnya nilai mata uang

Nilai mata uang rupiah sering kali mengalami penurunan yeng sering terjadi dengan krisis moneter. Nilai mata uang tiap tahun berbeda niainya. Nilai mata uang sepuluh ribu sekarang besar, setelah 10 tahun kemudian nilai mata uang sepuluh ribu sama dengan nilai mata uang seribu sepuluh tahun yang akan mendatang.

  1. Sulitnya mendapatkan pinjaman

Bagi masyarakat golongan rendah sulit untuk mendapatkan pinjaman, karena adanya kurang kepercayaan apakah dapat membayar atau tidak.

  1. Pasar bebas

Pasar bebas adalah sebuah konsep ekonomi yang mengacu kepada Harmonized Commodity Description and Coding System (HS) dengan ketentuan dari World Customs Organization yang berpusat di Brussels, Belgium. Penjualan produk antar negara tanpa pajak ekspor-impor atau hambatan perdagangan lainnya. Pasar bebas dapat juga didefinisikan sebagai tidak adanya hambatan buatan (hambatan yang diterapkan pemerintah) dalam perdagangan antar individual-individual dan perusahaan-perusahaan yang berada di negara yang berbeda.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1.3  Permasalahan ekonomi dari berberapa sektor

Dalam Limbong, Bernhard didalam bukunya permasalah ekonomi yang harus dihdapai dari beberapa sektor, sebagai berikut:

  1. Sektor Pertanian

Masalah yang dihadapi:

  1. Penurunan kualitas dan kuantitas sumber daya lahan pertanian.1) Dari segi kualitas, lahan pertanian kita sudah mengalami degradasi, dari sisi kesuburannya akibat pemakaian pupuk anorganik. Berdasarkan data catalog BPS, Juli 2012, Angka Tetap (ATAP) tahun 2011, untuk produksi komoditas padi mengalami penurunan produksi Gabah Kering Giling (GKG) hanya mencapai 65,76 juyta ton dan lebih rendah 1,07 persen dari tahun 2010, sedangkan kebutuhan pangan selalu meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk Indonesia.
  2. Terbatasnya Aspek ketersediaan infrastruktu penunjanh pertanian dan minimnya pembangunan dan pengembangan waduk. Dari total area sawah di Indonesia sebesar 7.230.183 ha, sumber airnya hanya 11 persen (797.971 ha) berasal dari waduk, sementara 89 persen(6.432.212 ha) berasal dari non waduk. Cara mengatasinya adalah dengan merevitalisasi waduk.
  3. Kelemahan dalam system alih teknologi, sektor pertanian masih menggunakan teknologi sederhana. Ciri pertanian modern adalah produktivitas, efidiensi, mutu, dan kontinuitas pasokan yang selalu meningkat dan berstandar. Peran kelembagaan sangat penting baik dalam inovasi alat dan mesin pertanian untuk meniali respon social, ekonomi masyarakat terhadap inovaasi teknologi, dan melakukan penyesuaian dalam pengambilan kebijakan mekanisasi pertanian.
  4. Terbatasnya akses layanan usaha, terutama permodalan. Qkemampuan petani untuk membiayai usaha taninya sangat terbatas sehingga produktivitas yang dicapai masih di bawah produktivitas potensial. Karena keterbatasan petani maka dilakukan pengembangan dan mempertahankan beberapa penyerapan input produksi biaya rendah ( low cost production) dan pemerintah telah menyediakan anggaran sampai 20 triliun untuk bias diserap melauli tim Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Bank BRI khusus Kredit Bidang Pangan dan Energi.[1]
  5. Masih panjangnya mata rantai tata niaga pertanian, sehingga menyebabkan petani tidak dapat menikmati harga yang lebih baik, karenab pedagang telah mengambil untung terlalu besar dari hasil penjualan.

 

  1. Sektor Perikanan

Masalah utama yang dihadapi adalah adanya penmcurian laut, kemiskinan dan pengangguran di pesisir pantai dan belum diterbitkannya peraturan hukum tentang keamanan dan perlindungan laut.

Upaya pemerintah dalam mengurangi kerugian akibat pencurian laut:

  1. Melakukan reformasi secara menyeluruh dan mempercepat penyelesaian Peraturan Pemerintah tentang Coastguard agar ada kepastian lembaga mana yang berwenang untuk melakukan penjagaan laut sehingga tumpang tindih (overlapping) yang banyak dikeluhkan oleh pihak terutama nelayan dapat diminimalisasi.
  2. Evaluasi kembali izin kepada pihak swasta yang melakukan penipuan, pencurian laut dengan modus-modus seperti modus
  3. Perlunya peran pemerintah dalam penangan hasil tangkapan ikan oleh nelayan Indonesia agar tidak dimonopoli oleh cukong-cukong ikan sehingga ikan dijual oleh nelayan dibeli dengan harga yang sangat murah akibatnya nelayan kurang sejahtera, dan lebih memilih menjual kepada nelayan asing.

Solusi alternative, misalnya dengan mengurangi ketergantungan nelayan tehadap tengkulak, adanya perlindungan terhadap nelayan local, dan pengelolaan wilayah laut oleh nelayan local juaga bermanfaat untuk mengamankan wilayah laut dari peningkatan sumberdaya laut yang bersifat merusak.

Cara mengatasi masalah structural berupa pengangguran dan kemiskinan di pesisir yaitu dengan

  1. Perbaikan infrastruktur lingkungan di wilayah pesisir dan pualu-pulau kecil melalui rehabilitasi dan restorasi. Prosesnya melalui pemberdayaan masyarakat pesisir, mulai dari pembibitan, pemeliharaan, penanaman, hingga pengelolaan.
  2. Merevitalisai industry perkapalan tradisional yang mendukung, pelayaran rakyat melalui stimulus fiscal hingga moneter, misalnya dengan kredit usaha.
  3. Menggalakan budidaya laut (marine culture) mulai ikan hingga rumput di daerah potensial yang dikelola rakyat.
  4. Memanfaatkan pulau-pulau kecil tak berpenghuni di perbatasan maritime dengan Negara tetangga sebagai basis penagkapan ikan di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Kelebihannya, menghemat bahan bakar, mengukuhkan kedaulatan nasional atas pulai kecil perbatasan, mudah memantau pergerakan kapal asing yang akan mengeruk ikan di peraiaran Indonesi hingga aktivitas membuang limbah pencemaran di laut.
  5. Menggerakan wisata bahari kepulauan dan pesisir yang memosisikan rakyat sebgai pelaku utama melalui koperasi hingga organisai komoditas. Negara berperan memberikan intensif ( infrastruktur transportasi ) serta control maupun akses atas pulau kecil dan sumberdaya sekitarnya dan Negara menyediakan aransemen kelembagaan (aturan main) dan pelatihan ketrampilan bagi pelaku wisata yang memosisikan rakyat sebgai pelaku hingga hulu hingga hilir.
  6. Sektor Peternakan

Peternakan adalah salah satu wujud nyata dalam menumbuhkan ekonomi kerakyatan. Adapun penghambat tumbuhnya sektor peternakan, antara lain:

  1. Struktur industry oeternakan sebagian besar tetap bertahan dalam bentuk usaha rakyat. Yang dicirikan oleh tingkat pendidikan peternak rendah, pendapatan rendah, penerapan manajemen dan teknologi konvensipnal, local ternak menyebar luas, ukuran usaha relative kecil.
  2. Ketersediaan bibit bermutu.
  3. Masalah agroindustri peternakan yang belum mampu menggerakan sektor peternakan.
  4. Derasnya impor illegal produk-produk peternakan.
  5. Bencana penyakit (mewabahnya virus flu burung dan antraks)
  6. Ketergantungan yang tinggi terhadap bahan baku pakan.
  7. Sektor Perkebunan

Masalah yang dihadapi  adalah belum digunakan secara optimal sistem perkebunan padahal lahanperkebunan sudah tersedia.

  1. Sektor Kerajinan

Kurangnya perhatian pemerintah akan hasil kerajinan yang dihasilkan oleh pengrajin kecil-kecilan. (Limbong Bernhard, 2013, “Ekonomi Kerakyatan dan Nasionalisme Ekonomi”, Jakarta Selatan: PT Dharma Karsa Utama)

 

 

 

1.4  Solusi yang dihadapi dalam permasalah ekonomi

 

  1. SDM
  2. kesadaran dari masing-masing orang sangat dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah ini. Pemerinth juga menukungnya dengan diadakannya beasiswa bagi anak-anak yang lebih beruntung.
  3. Tingkat kesadaran orang tua sangat diperlukan untuk mengatasi masalah ini. Dimana mereka harus sadar agar anaknya nanti hidup layak sehat dll. Pemerintah memberikan pengobatan gratis untuk masyarakat kurang mampu.
  4. Teknologi

Pemerintah seharusnya memperhatikan penyebaran listrik tersebut. Sehingga listrik tersebut merata ke seluruh pelosok desa.

  1. Modal
  2. Cara mengatasinya melalui peningkatan kualitas SDM atau peningkatan investasi menjadi lebih produktif
  3. Pemerintah menghadapi krisis nilai tukar ini dengan melakukan intervensi di pasar untuk menyelamatkan cadangan devisa yang semakin menyusut. Pemerintah menerapkan kebijakan nilai tukar yang mengambang bebas sebagai pengganti kebijakan nilai tukar yang mengambang terkendali.
  4. Masalah likuiditas daripada bank tersebut peerintah membantu dengan memberikan bantuan
  5. Pasar Bebas

Pemerintah harus memperbaiki kualitas barang dalam negeri agar tidak kalah bersaing dengan barang impor.

 

 

BAB III PENUTUP

KESIMPULAN

Dari paparan materi diatas dapat disimpulkan bahwa permasalah ekonomi kerakyatan meliputi :

  1. SDM baik secara makro maupun mikro. Faktor penyebab munculnya permasalahan SDM karena rendahnya tingkat pendidikan, pengangguran dan kemiskinan yang tinggi, rendahnya kesejahteraan karena tidak seimbangnya tingkat pendapatan dengan kebutuhan yang tidak didukung dengan ketersedian jumlah lapangan kerja dan jumlah penduduk yang terus bertambah. Solusi untuk mengatasi permasalahan ini dengan mengurangi biaya pendidikan, membuka lembaga pelatihan dan menciptakan lapangan kerja.
  2. Tingkat teknologi dan inovasi yang masih berkembang yang cenderung perkembangannya masih lambat dan ketergantungan negara Indonesia dengan negara lain. Solusinya dengan mendatangkan tenaga ahli dari kota ke desa dan pemerintah memberikan dana bantuan untuk fasilitas pembangunan teknologi.
  3. Modal yang umumnya negara Indonesia masih menyisakan terlalu kecil pendapatan negara untuk investasi modal karena tingkat konsumsi yang tidak berkembang dalam masyarakat. Solusi untuk mengatasinya melalui peningkatan SDM.
  4. Pasar bebas yang kegiatan utamanya berhubungan dengan penawaran umum dan perdagangan efek belum berjalan secara efisien serta tidak mampu bersaing dengan produk luar. Solusinya Pemerintah harus memperbaiki kualitas barang dalam negeri agar tidak kalah bersaing dengan barang impor.

 

 

 

SARAN

Menyadari bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna, kedepannya penulis akan lebih fokus dan details dalam menjelaskan tentang makalah di atas dengan sumber – sumber yang lebih banyak yang tentunga dapat di pertanggung jawabkan.

 

Untuk saran bisa berisi kritik atau saran terhadap penulisan juga bisa untuk menanggapi terhadap kesimpulan dari bahasan makalah yang telah di jelaskan. Untuk bagian terakhir dari makalah adalah daftar pustaka. Pada kesempatan lain akan saya jelaskan tentang daftar pustaka makalah.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Bayu,Rachmat Firdas.2013. Permasalahan Ekonomi Kerakyatan.(online) (Sumber : http://rachmatbayufirdas.blogspot.co.id/2013/01/permasalahan-ekonomi-kerakyatan-dan.html)

Besmart UNY.ac.id. (online) (sumber: http://besmart.uny.ac.id/mod/forum/discuss.php?d=5870)

Limbong, Bernhard. 2013. “Ekonomi Kerakyatan dan Nasionalisme Ekonomi”. Jakarta Selatan: PT Dharma Karsa Utama.

 

[1]Rita Hanafie, Pengantar ekonomi kerakyatan, penerbit Andi, Yogyakarta, 2010,hlm.95

Resensi

Judul Buku : Dasar Dasar Manajemen Personalia

Penerbit : Erlangga

Pengarang : Jean Collingredge dan Mary Ritchie

Penerjemah : Ratna S.

Tebal Buku : 48 halaman

 

  • Apa Manajemen Personalia?

Manajemen Personalia adalah bagian pekerjaan yang berhubungan dengan manusia baik sebagai perorangan maupun sebagai kelompok untuk melaksanakan pekerjaan secara efektivitas di sebuah perusahaan tersebut.

  • Tujuan Manajemen Personalia
  1. Penggunaan yang optimal dari sumber tenaga manusia dalam suatu tenaga manusia dalam suatu perusahaan dengan penempatan tenaga kerja yang layak dan menjamin kerja yang efektif.
  2. Mencakup kerjasama dengan mempertimbangkan hubungan antar manusia dan kebutuhan perorangan serta kelompok karena itu menajemen personalia menyangkut usaha menciptakan kondisi kondisi dimana setiap karyawan terdorong untuk memberi sumbangan sebaik mungkin bagi efektifitas pekerja perusahaan.
  • Makna Manajemen Personalia Dalam Perusahaan Kecil dan Sedang
  • Keuntungan Keuntungannya
  1. Hubungan pribadi antara karyawan dan supervisor maupun antara manajer dan serikat buruh benar benar ada artinya.
  2. Makna pekerjaan mungkin lebih nyata bagi pekerja dan ia dapat mengetahui tanggung jawabnya.
  3. Keberatan karyawan dapat diselesaikan lebih mudah karena jarak pengawasan dan tingkat manajemen dalam perusahaan sedang dan kecil terbatas (ada persoalan akan lebih mudah menghubung eksekutif yang berwenang mengambil keputusan).
  • Kerugian Kerugiannya
  1. Dalam perusahaan kecil maupun sedang hubungan pribadi mungkin dalam praktek tidak nampak.
  2. Organisasi kerja mungkin menimbulkan kesulitan. Perusahaan mungkin tidak sanggup membiayai penelitian kerja dan perencanaan produksi.
  3. Kurangnya pendekatan sistematis dapat melemahkan manfaat penanganan personal karyawan dengan cepat.
  • Pelaksanaan Manajemen Personalia

Perencanaan Sumber Daya Manusia

Untuk menjamin tenaga kerja yang stabil harus ada perencanaan yang seksama. Lebih dari itu, biaya penggajian pembayaran menurut peraturan dan tunjangan tunjangan terbatas, terutama pada industri-industri yang banyak memakai tenaga kerja, perlu menetapkan cara penempatan tenaga kerja yang objektif. Perencanaan yang efektif mengenasi tenaga manusia mempunyai 3 tingkatan utama.

  1. Kepala eksekutif menyiapkan garis pokok yaitu,
  2. Menjelaskan sarana-sarana perusahaan yang dapat diukur dalam jangka pendek dan panjang.
  3. Sumber daya yang akan ditinjau kembali menurut kelompok umur, keahlian yang ada, pengganti tenaga kerja, absensi dan fasilitas training (latihan).
  4. Kemudian manajemen menentukan keahlian-keahlian yang kemudian hari akan diperklukan, latihan-latihan yang diperlukan, perekrutan tenaga atau kelebihan tenaga yang dapat diperkirakan, perubahan-perubahan yang mungkin perlu dalam penggajian dan struktur manajemen yang benar.
  • Perekrutan Tenaga dan Seleksi

Perusahaan sedang dan kecil dalam mengisi kebutuhannya akan tenaga kerja yang cocok dan cakap, sering merasakan kurang beruntung dibanding perusahaan besar. Para mandor atau manajer yang bertanggung jawab atas seleksi tidak mempunyai waktu yang sama banyaknya, perhatian dan keahlian yang mereka miliki untuk proses inipun berbeda-beda pula.

  • Permulaan Masa Kerja

Karyawan baru mungkin mengalami kesukaran dalam menyesuaikan diri dengan pekerjaannya. Proses penyesuaian ini dapat dipermudah dengan memberinya keterangan mengenai perusahaan dan kondisi kondisi pekerjaan mengenai hubungan kerja baik secara lisan maupun tertulis.

  • Tenaga Kerja Pindah

Banyak perusahaan khawatir akan arus pindahan karyawan secara terus menerus.

  • Kesimpulan

Pertama manajeman perlu menentukan batas-batas kebijaksanaan personalia perusahaan yang berhubungan dengan para karyawan, peranan mereka dan kondisi hubungan kerja dalam perusahaan sangat penting.

Kedua penerapan kebijaksanaaan ini harus digarap secara terperinci, metode-metode yang harus diikiti dalam menetapkan penempatan yang layak, mencapai prestasi yang efektif dan menjamin kerjasama .

Ketiga manajeman harus menetapkan cara terbaik untuk menempatkan dan mempertahankan kebijaksanaan dan praktik ini, sistem administrasi personalia yang paling sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Pendekatan ketiga ketentuan diatas merupakan syarat-syarat pokok bagi manajeman personalia yang efektif. Sumber keberhasilan adalah perhatian anggota-anggota dewan komensaris, bila personalia dari rencana-rencana perusahaan selalu dipertimbangkan pada taraf permulaan dan sebelum keputusan-keputusan diambil oleh para direktur dan bahwa kebijaksanaan dan praktik personalia berkembang secara dinamis menghadapi tantangan yang berubah-ubah.

  • Kelebihan : Materi yang disajikan dalam buku dasar-dasar manajeman personalia sudah sangat membantu kita mengenal tentang manajeman personalia.
  • Kekurangan : kekurangannya terdapat pada penguasaan masalah dan aspek-aspek lainnya sehingga tidak semuanya meberika gambaran mengenai manajemen personaia.